<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>Damailah Aceh Ku ...</title>
<link>http://zainalbakri.multiply.com/</link>
<description>&#x3C;CENTER&#x3E;&#x3C;FONT color=orange&#x3E;Anda tamu kami ke :&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;/CENTER&#x3E;&#x26;nbsp; 
&#x3C;CENTER&#x3E;&#x3C;A href=&#x22;http://easy-hit-counters.com/stats.php?site=zxbakri&#x22; target=_top&#x3E;&#x3C;IMG alt=&#x22;Free Web Site Counter&#x22; hspace=4 src=&#x22;http://beta.easyhitcounters.com/counter/index.php?u=zxbakri&#x26;amp;s=scoreboard&#x22; align=middle vspace=2 border=0&#x3E;&#x3C;/A&#x3E;&#x26;nbsp;
&#x3C;SCRIPT src=&#x22;http://beta.easy-hit-counters.com/counter/script.php?u=zxbakri&#x22;&#x3E;&#x3C;/SCRIPT&#x3E;
 &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x3C;/CENTER&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;!-- 10-30am LiveCounter CUSTOM MENU code - BEGIN //--&#x3E;&#x26;nbsp;
&#x3C;SCRIPT&#x3E;&#x3C;!-- ButterflyMenu=new Array();
//-- 
var//--&#x3E;&#x3C;/SCRIPT&#x3E;
 &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x3C;!-- 10-30am LiveCounter CUSTOM MENU code - END //--&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;!-- 10-30am LiveCounter code (c) copyright 2001, 10-30am team //--&#x3E;&#x26;nbsp;
&#x3C;SCRIPT src=&#x22;http://www.softwarewings.com/cgi-bin/livecounter.cgi?cntr=Active&#x26;amp;nm=zxbakri&#x26;amp;pg=default&#x22;&#x3E;&#x3C;/SCRIPT&#x3E;
 &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp; &#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x3C;!-- 10-30am LiveCounter code ends here //--&#x3E;&#x26;nbsp; 
&#x3C;STYLE type=text/css&#x3E;&#x26;nbsp;body{background-image:url&#x22;http://img.photobucket.com/albums/v667/zxbakri/Background/i46315275_75606_4.jpg&#x22;);
background-attachment:fixed;
background-repeat:no-repeat;
background-position:center;}
table, tr, td {
 background-color:transparent;
 border: 0px;
 padding:2;
}
&#x3C;/STYLE&#x3E;</description>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 07:14:13 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Sun, 11 May 2008 06:24:37 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>Damailah Aceh Ku ...</title>
<url>http://images.zainalbakri.multiply.com/logo</url>
<link>http://zainalbakri.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>Nasib Sekolah di Aceh</title>
<description>Di tengah gelontoran puluhan triliun rupiah, nasib sekoah di daerah ini belum begitu membaik. Ratusan anak-anak di sekolah ini, harus mendapatkan pendidikan dalam susana yang memprihatinkan. Tak ada perpustakaan, taman bermain dan ruang praktik di sekolah ini.

Lokasi : Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) di Desa Keumuneng Lhee, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.

Foto by Syafrul Abdullah</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/photos/album/50/Nasib_Sekolah_di_Aceh</guid>
<pubDate>Sun, 11 May 2008 06:24:37 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Daun di Musim Gugur</title>
<description>&#x3C;font style=&#x22;font-family: georgia,times new roman,times,serif;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Daun di Musim Gugur&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br style=&#x22;font-family: georgia,times new roman,times,serif;&#x22;&#x3E; &#x3C;br style=&#x22;font-family: georgia,times new roman,times,serif;&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-family: georgia,times new roman,times,serif;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Pada suatu pagi hari di sebuah musim gugur, tampak seorang anak &#x3C;br&#x3E; bekerja menyapu halaman luar sebuah asrama. Pohon-pohon yang rindang &#x3C;br&#x3E; di sekitar situ tampak berguguran daunnya. Walaupun bekerja dengan &#x3C;br&#x3E; rajin dan teliti menyapu dedaunan yang rontok, tetap saja halaman &#x3C;br&#x3E; dikotori dengan ranting dan daun. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Aduh capek deh. Biarpun menyapu dengan giat setiap hari tetap saja &#x3C;br&#x3E; besok kotor lagi. Bagaimana caranya ya supaya aku tidak harus bekerja &#x3C;br&#x3E; terlalu keras setiap hari?&#x22; sambil masih memegang sapu, si anak sibuk &#x3C;br&#x3E; memutar otak memikirkan cara yang jitu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Kepala asrama yang melintas di situ menghampiri dan menyapa, &#x22;Selamat &#x3C;br&#x3E; pagi Anakku, kenapa kamu melamun? Apa gerangan yang sedang kamu &#x3C;br&#x3E; pikirkan?&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Eh, selamat pagi Paman. Saya sedang berpikir mencari cara bagaimana &#x3C;br&#x3E; supaya halaman ini tetap bersih tanpa harus menyapunya setiap hari. &#x3C;br&#x3E; Dengan begitu kan saya bisa mengerjakan yang lain dan tidak harus &#x3C;br&#x3E; melulu menyapu seperti sekarang ini.&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sambil tersenyum si paman menja...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/83/Daun_di_Musim_Gugur</guid>
<pubDate>Sat, 3 May 2008 02:37:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Andi Firdaus --- The True Men From Pedir Village</title>
<description>My friend, my proudly friend from Pedir</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/links/item/10/Andi_Firdaus_---_The_True_Men_From_Pedir_Village</guid>
<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 08:26:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Cinta Tanpa Syarat</title>
<description> &#x3C;font style=&#x22;font-family: georgia,times new roman,times,serif;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold; font-style: italic;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Cinta tanpa Syarat&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Dikisahkan, ada sebuah keluarga besar. Kakek dan nenek mereka &#x3C;br&#x3E; merupakan pasangan suami istri yang tampak serasi dan selalu &#x3C;br&#x3E; harmonis satu sama lain. Suatu hari, saat berkumpul bersama, si cucu &#x3C;br&#x3E; bertanya kepada mereka berdua, &#x22;Kakek, Nenek, tolong beritahu kepada &#x3C;br&#x3E; kami resep akur dan cara Kakek dan Nenek mempertahan cinta selama &#x3C;br&#x3E; ini agar kami yang muda-muda bisa belajar.&#x22; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Mendengar pertanyaan itu, sesaat kakek dan nenek beradu pandang &#x3C;br&#x3E; sambil saling melempar senyum. Dari tatapan keduanya, terpancar rasa &#x3C;br&#x3E; kasih yang mendalam di antara mereka. &#x22;Aha, Nenek yang akan &#x3C;br&#x3E; bercerita dan menjawab pertanyaan kalian,&#x22; kata kakek. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sambil menerawang ke masa lalu, nenek pun memulai kisahnya. &#x22;Ini &#x3C;br&#x3E; pengalaman kakek dan nenek yang tak mungkin terlupakan dan rasanya &#x3C;br&#x3E; perlu kalian dengar dengan baik. Suatu hari, kami berdua terlibat &#x3C;br&#x3E; obrolan tentang sebuah artikel di majalah yang berjudul `bagaimana &#x3C;br&#x3E; memperkuat tali pernikahan&#x27;. Di sana dituliskan, masing-masing dari &#x3C;br&#x3E; kita diminta ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/82/Cinta_Tanpa_Syarat</guid>
<pubDate>Tue, 22 Apr 2008 15:41:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>True Story: Catatan Seorang Pramugari</title>
<description>    &#x3C;font style=&#x22;font-family: arial,helvetica;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;True story : &#x3C;br&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;margin-bottom: 12pt; line-height: normal;&#x22;&#x3E; Catatan Seorang Pramugari&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp; Saya adalah seorang pramugari biasa dari China Airline, karena&#x26;nbsp; bergabung dengan perusahaan penerbangan hanya beberapa tahun dan tidak mempunyai pengalaman yang mengesankan, setiap hari hanya melayani penumpang dan melakukan pekerjaan yang monoton.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Pada tanggal 7 Juni yang lalu saya menjumpai suatu pengalaman yang membuat perubahan pandangan saya terhadap pekerjaan maupun hidup saya. Hari ini jadwal perjalanan kami adalah dari Shanghai menuju Peking, penumpang sangat penuh pada hari ini.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Diantara penumpang saya melihat seorang kakek dari desa, merangkul&#x26;nbsp; sebuah karung tua dan terlihat jelas sekali gaya desanya, pada saat itu saya yang berdiri dipintu pesawat menyambut penumpang kesan pertama dari pikiran saya ialah zaman sekarang sungguh sudah maju seorang dari desa sudah mempunyai uang untuk &#x3C;br&#x3E; naik pesawat.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Ketika pesawat sudah terbang, kami mul...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/81/True_Story_Catatan_Seorang_Pramugari</guid>
<pubDate>Thu, 17 Apr 2008 06:35:55 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Perjuangan Siti di Pelataran Parkir</title>
<description>&#x3C;font face=&#x22;Times New Roman&#x22; size=&#x22;6&#x22;&#x3E;&#x3C;p class=&#x22;EC_MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x3C;em&#x3E;&#x3C;strong&#x3E;Perjuangan Siti di  Pelataran Parkir&#x3C;/strong&#x3E;&#x3C;/em&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;EC_MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;EC_MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;  Wanita itu memiliki nama yang indah. Siti Gandaria. &#x26;nbsp;Umurnya sudah melewati kepala empat,  tepatnya&#x26;nbsp;48 tahun. Di Kota Langsa, sebagian besar warga di sana  mengenalinya. Karena setiap kali memarkirkan sepeda motor atapun mobil di  sekitar Jalan Teuku Umar, ia akan selalu menghampiri. &#x201C;Pak, tanda parkirnya,&#x201D;  katanya seraya menyerahkan selembar potongan kertas berwarna hijau. &#x26;nbsp;Pekerjaan sebagai tukang parkir, sudah  dijalaninya selama empat tahun.&#x3C;/p&#x3E; &#x3C;p class=&#x22;EC_MsoNormal&#x22; style=&#x22;&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;&#x26;nbsp;  Siti mengaku tak punya pilihan. Suaminya sejak dulu tak punya pekerjaan  tetap, sehingga setoran untuk belanja dapur kerap kali tak lancar diterimanya.  &#x26;nbsp;&#x201C;Kerja suami saya mocok-mocok pak.  Kadang ada, kadang nggak. Sementara anak kami ada lima orang. Yang kecil masih  tujuh tahun,&#x201D; ujarnya lirih. Se...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/80/Perjuangan_Siti_di_Pelataran_Parkir</guid>
<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 03:43:56 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>The Art of Loving</title>
<description>&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold; font-style: italic;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;The Art of Loving&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;What a grand thing, to be loved. What a grander thing still, to &#x3C;br&#x3E; love.&#x22; Victor Hugo &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Alkisah, ketika manusia diciptakan, Tuhan mempunyai rencana indah. &#x3C;br&#x3E; Hati yang ditaruh dalam diri setiap manusia tidak lengkap. Ada yang &#x3C;br&#x3E; hanya separuh, ada yang sepertiganya saja, tetapi ada juga yang &#x3C;br&#x3E; nyaris penuh. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sisanya yang lain, justru sengaja dibuat berkeping-keping dan ditaruh &#x3C;br&#x3E; dalam diri manusia yang lainnya. Baru setelah itulah, manusia dikirim &#x3C;br&#x3E; ke muka bumi. Dan inilah yang kemudian menjadi tugas manusia. Yakni &#x3C;br&#x3E; mencari dan mendapatkan kembali kepingan hatinya justru melalui &#x3C;br&#x3E; hubungan dan perhatiannya kepada orang lain. Mereka yang terobsesi &#x3C;br&#x3E; mencari pada dirinya saja akan sia-sia. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Namun, inilah permainan yang menarik, melalui cinta dan perhatian &#x3C;br&#x3E; kita pada orang lainlah, maka hati kita menjadi utuh kembali. &#x3C;br&#x3E; Menariknya pula, kita tidak pernah tahu siapa yang menyimpan kepingan &#x3C;br&#x3E; hati kita. Kita hanya bisa mencoba dan berusaha. Kita harus ingat &#x3C;br&#x3E; bahwa kita pun menyimpan ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/79/The_Art_of_Loving</guid>
<pubDate>Sun, 9 Mar 2008 07:14:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Buku Telepon</title>
<description> &#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Buku Telepon&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Sebuah renungan untuk hari ini...&#x3C;br&#x3E; Suatu ketika di ruang kelas sekolah menengah, terlihat suatu percakapan yang menarik. Seorang guru, dengan buku di tangan, tampak menanyakan sesuatu kepada murid-muridnya di depan kelas. Sementara itu, dari mulutnya keluar sebuah pertanyaan.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Anak-anak, kita sudah hampir memasuki saat-saat terakhir bersekolah di sini. Setelah 3 tahun, pencapaian terbesar apa yang membuatmu bahagia? Adakah hal-hal besar yang kalian peroleh selama ini?&#x22; Murid-murid tampak saling pandang. Terdengar suara lagi dari guru, &#x22;Ya,ceritakanlah satu hal terbesar yang terjadi dalam hidupmu...&#x22; Lagi-lagi semua murid saling pandang, hingga kemudian tangan guru itu menunjuk pada seorang murid.&#x3C;br&#x3E; &#x22;Nah, kamu yang berkacamata, adakah hal besar yang kamu temui?&#x3C;br&#x3E; Berbagilah dengan teman-temanmu. ..&#x22;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sesaat, terlontar sebuah cerita dari si murid, &#x22;Seminggu yang lalu,&#x3C;br&#x3E; adalah masa yang sangat besar buatku. Orangtuaku, baru saja membelikan sebuah motor, persis seperti yang aku imp...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/78/Buku_Telepon</guid>
<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 05:02:09 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Ulat Kecil Yang Berani</title>
<description> &#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold; font-style: italic;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Ulat Kecil Yang Berani&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Yong gan de xiao chong&#x22; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Dikisahkan, ada seekor ulat kecil sejak lahir menetap di daerah yang &#x3C;br&#x3E; tidak cukup air sehingga sepanjang hidupnya dia selalu kekurangan &#x3C;br&#x3E; makanan. Di dalam hati kecilnya ada keinginan untuk pindah dari rumah &#x3C;br&#x3E; lamanya demi mencari kehidupan dan lingkungan yang baru. Tetapi, dari &#x3C;br&#x3E; hari ke hari dia tidak juga memiliki keberanian untuk melaksanakan &#x3C;br&#x3E; niatnya. Hingga suatu hari, karena kondisi alam yang semakin tidak &#x3C;br&#x3E; bersahabat, si ulat terpaksa membulatkan tekad memberanikan diri &#x3C;br&#x3E; keluar dari rumahnya, mulai merayap ke depan tanpa berpaling lagi ke &#x3C;br&#x3E; belakang. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Setelah berjalan agak jauh, dia mulai merasa bimbang. Katanya dalam &#x3C;br&#x3E; hati, &#x22;Jika aku sekarang berbalik kembali ke rumah lama rasanya masih &#x3C;br&#x3E; keburu, mumpung aku belum berjalan terlalu jauh. Karena kalau aku &#x3C;br&#x3E; berjalan lebih jauh lagi, jangan-jangan jalan pulang pun takkan &#x3C;br&#x3E; kutemukan lagi. Mungkin akhirnya aku tersesat dan... entah bagaimana &#x3C;br&#x3E; nasibku nanti!&#x22; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Ketika Si Ulat sedang maju m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/77/Ulat_Kecil_Yang_Berani</guid>
<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 04:55:25 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bila Bos Sedang Bicara</title>
<description>jangan liat wanita seksi bila bos sedang</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/video/item/6/Bila_Bos_Sedang_Bicara</guid>
<pubDate>Mon, 25 Feb 2008 07:54:40 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Memaafkan</title>
<description>  &#x3C;h3&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;white&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Memaafkan&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/h3&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;#000000&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22;&#x3E;&#x3C;font color=&#x22;brown&#x22;&#x3E;Putu Setia&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; 					  &#x3C;p&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;white&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Orang yang tak pernah merasa bersalah dan tak pernah meminta maaf harus kita maafkan.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E; 					  &#x3C;p&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;white&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Mantan presiden Soeharto sakit. Jutaan orang sibuk. Puluhan dokter berada di dekatnya dan memasang berbagai mesin. Puluhan tokoh dan pejabat menengok. Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma dipenuhi pesawat Hercules, entah siapa yang akan diterbangkan. Puluhan orang memasang tenda dan menaruh kursi di Astana Giribangun, Karanganyar, entah siapa pula yang akan dimakamkan.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;white&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Soeharto membaik, lalu drop lagi, lalu membaik lagi. Orang-orang bukan lagi sibuk, tapi sudah bingung. Jaksa Agung ke rumah sakit pukul dua dini hari, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pulang lebih awal dari Malaysia, dan Amien Rais menggelar jumpa pers di rumahnya di Yogyakarta, agar kita--biasanya ditambahkan kata-kata &#x22;sebagai anak bangsa&#x22;--memaafkan Soeharto.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;&#x3C;p&#x3E;&#x3C;font times=&#x22;&#x22; new=&#x22;&#x22; roman,=&#x22;&#x22; times,=&#x22;&#x22; serif\=&#x22;&#x22; color=&#x22;white&#x22; face=&#x22;\&#x26;quot;Georgia,&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Luar biasa beradabnya orang-orang kita, anak-anak bangsa. Orang yang tak pernah merasa bersalah dan tak pernah meminta maaf harus kita maafk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/76/Memaafkan</guid>
<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 09:56:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Decide or Defeat!</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-weight: bold;&#x22; size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Decide or Defeat!&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Whenever you see a successful business, someone once made a &#x3C;br&#x3E; courageous decision&#x22; Peter Drucker &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Pembaca, mudah-mudahan Anda melewati masa liburan akhir tahun yang &#x3C;br&#x3E; menyenangkan. Itu yang saya rasakan. Setidak-tidak, setelah melewati &#x3C;br&#x3E; setahun yang meletihkan dengan jadwal training, seminar coaching dan &#x3C;br&#x3E; personal konseling yang padat, saya berkesempatan lagi berlibur &#x3C;br&#x3E; bersama keluarga ke Kuta, Bali. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Dan sewaktu menunggui anak saya bermain di kolam anak-anak, saya &#x3C;br&#x3E; berendam di Jacuzzi sambil rileks dan membuka-buka beberapa buku yang &#x3C;br&#x3E; dipinjamkan dari perpustakaan hotel. Saat itu, pikiran saya justru &#x3C;br&#x3E; tertuju pada sebuah buku anak-anak bergambar. Dan, tak disangka, &#x3C;br&#x3E; inilah yang menjadi bahan artikel motivasi untuk saya share-kan pada &#x3C;br&#x3E; Anda di awal tahun ini. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Diceritakan dalam buku dongeng bergambar itu kisah tentang kelelawar &#x3C;br&#x3E; yang tidak bisa memutuskan, apakah mau bergabung dengan kelompok &#x3C;br&#x3E; burung ataukah bergabung dengan kelompok binatang. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Awalnya dikisahkan bahwa...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/75/Decide_or_Defeat</guid>
<pubDate>Sun, 20 Jan 2008 06:00:01 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Semangat Baru</title>
<description>&#x201D;Dengan datangnya hari yang baru, datang jugalah kekuatan dan pikiran yang baru.&#x201D;&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic;&#x22;&#x3E; - Eleanor Roosevelt, Ibu Negara USA, 1884-1962&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E; Semangat Baru &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Kita baru saja memasuki tahun baru 2008. Ada yang merayakan pergantian tahun baru dengan penuh antusias. Mulai dari yang paling murah dengan menonton secara gratisan pesta kembang api di Tugu Monas hingga menyaksikan perhelatan para artis di hotel bintang lima dengan biaya jutaan rupiah. Tapi ada pula yang menganggap pergantian tahun biasa-biasa saja. Beberapa orang mulai melakukan ancang-ancang menyambut tahun 2008. Ada yang berjanji untuk tidak melakukan suatu kebiasaan buruk yang sering dilakukannya di tahun lalu. Ada yang berjanji untuk melakukan hal yang lebih baik lagi dibandingkan tahun lalu. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Untuk memulai hal yang lebih baik, sejatinya memang tidak perlu menunggu pergantian tahun. Aktor kawakan Denzel Washington jauh-jauh hari sebelum tahun baru berganti, mengatakan, &#x22;Untuk memperbarui hidup tak perlu menunggu Tahun Baru.&#x22; Apa yang ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/74/Semangat_Baru</guid>
<pubDate>Tue, 8 Jan 2008 04:13:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Background Music</title>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/music/item/58/Background_Music</guid>
<pubDate>Fri, 2 Nov 2007 04:54:43 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sekolah Hidup Susah </title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Sekolah Hidup Susah &#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Untuk menjadi kaya, semua orang bisa instan melakoni. Namun, tidak &#x3C;br&#x3E; siapa saja siap menjadi orang susah. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Orang miskin baru kian banyak. Penganggur baru menambah bengkak angka &#x3C;br&#x3E; kemiskinan. Bisa jadi, itu sebabnya, selain angka bunuh diri tinggi, &#x3C;br&#x3E; tiga dari sepuluh orang Indonesia tercatat terganggu jiwanya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Tidak siap hidup susah berisiko sakit jiwa. Ada cara sederhana &#x3C;br&#x3E; menekan risiko sakit jiwa. Sejak kecil anak dibuat tahan banting. &#x3C;br&#x3E; Ketahanan jiwa anak harus dibangun. Untuk itu, jiwa &#x3C;br&#x3E; butuh &#x22;imunisasi&#x22;. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Menerima kenyataan &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sejak kecil anak diajar lebih membumi. Yang gagal kaya rela menerima &#x3C;br&#x3E; kenyataan. Yang belum pernah hidup susah diajar prihatin sedari &#x3C;br&#x3E; kecil. Kendati kecukupan, tidak semua yang anak minta perlu diberi. &#x3C;br&#x3E; Anak dilatih merasakan kegagalan. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Tugas orangtua dan guru mengajak anak berempati pada kesusahan orang &#x3C;br&#x3E; lain. Hidup tak luput dari berbagai stresor. Tak semua stresor jelek. &#x3C;br&#x3E; Supaya jiwa tahan banting, stresor dibutuhkan. Anak perlu mengal...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/73/Sekolah_Hidup_Susah_</guid>
<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 02:21:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tolong Maafkan Aku, Kawan</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Tolong Maafkan Aku, Kawan&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Dua orang sahabat karib sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di &#x3C;br&#x3E; tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar &#x3C;br&#x3E; temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan &#x3C;br&#x3E; tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI, SAHABAT &#x3C;br&#x3E; TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka &#x3C;br&#x3E; memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka &#x3C;br&#x3E; hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil &#x3C;br&#x3E; diselamatkan oleh sahabatnya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis&#x3C;br&#x3E; di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU. &#x3C;br&#x3E; Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya, &#x22;Kenapa &#x3C;br&#x3E; setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan &#x3C;br&#x3E; sekarang kamu menulis di batu?&#x22; Temannya sambil tersenyum &#x3C;br&#x3E; menjawab, &#x22;Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya &#x3C;br&#x3E; di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan meng...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/72/Tolong_Maafkan_Aku_Kawan</guid>
<pubDate>Mon, 22 Oct 2007 04:02:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Live Event - Bunuh Diri </title>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/video/item/5/Live_Event_-_Bunuh_Diri_</guid>
<pubDate>Mon, 27 Aug 2007 07:42:51 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>HARIAN ACEH</title>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/links/item/9/HARIAN_ACEH</guid>
<pubDate>Thu, 9 Aug 2007 05:14:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kande Dua --- Rafly</title>
<description>Lagu lagu Rafly dalam Album Kande</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/music/item/41/Kande_Dua_---_Rafly</guid>
<pubDate>Thu, 9 Aug 2007 03:32:33 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Investigasi Lingkungan</title>
<description>Pelatihan Investigasi Lingkungan 29-31 Juli 2007 di Batuphat,</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/photos/album/49/Investigasi_Lingkungan</guid>
<pubDate>Thu, 2 Aug 2007 07:52:27 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jangan Hakimi Anak</title>
<description>  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; saya sedih sekali membaca kisah ini. tapi saya tidak tahu apakah ini kisah nyata atau bukan. saya ingin berbagi dengan rekan rekan, karena bagaimanapun juga, kita perlu untuk menahan sabar dan tidak menghakimi seorang anak sekejam itu. siapkan tisue atau sapu tangan sebelum menuntaskan membaca kisah ini.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;selamat membaca.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font style=&#x22;font-family: arial,helvetica;&#x22; size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: normal; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar&#x26;nbsp; meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja. Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun. &#x26;nbsp;Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: normal; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas buaian yang dibeli bapanya,ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;/p&#x3E;  &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22; style=&#x22;line-height: normal; font-family: arial,helvetica;&#x22;&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/70/Jangan_Hakimi_Anak</guid>
<pubDate>Thu, 26 Jul 2007 08:38:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Instrumentalia Aceh</title>
<description>Lagu lagu daerah</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/music/item/37/Instrumentalia_Aceh</guid>
<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 04:11:37 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Agam Ngon Dara</title>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/music/item/35/Agam_Ngon_Dara</guid>
<pubDate>Thu, 19 Jul 2007 03:26:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nanggroe</title>
<description>Lagu2 Aceh paska MoU Helsynki oleh Teungku</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/music/item/26/Nanggroe</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 07:37:41 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Sebuah Jendela Untuk Melihat Dunia&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/font&#x3E;  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Coba bayangkan suatu Minggu pagi yang cerah. Matahari bersinar lembut. Udara terasa sejuk. Di kejauhan terdengar burung-burung berkicau riang. Anda tengah merasakan indahnya hari ini. Sambil bersiul-siul kecil  Anda membuka pintu rumah Anda. Tampak sebuah kotak berwarna coklat di depan pagar. Ternyata pagi itu Anda mendapat bingkisan. Pengirimnya pun tertera jelas di situ: tetangga sebelah rumah. Ada apa? Dengan tergesa-gesa Anda membuka kotak itu. Ternyata isinya sangat mengejutkan Anda: setumpuk kotoran sapi!&#x3C;/font&#x3E;  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x26;nbsp;&#x3C;/font&#x3E;  &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;Bagaimana perasaan Anda? Anda mungkin bingung, kesal, atau marah. &#x27;&#x27;Ini sudah keterlaluan! &#x27;&#x27; pikir Anda. &#x27;&#x27;Tetangga sebelah itu memang harus diberi pelajaran!&#x27;&#x27; Lantas apa yang akan Anda lakukan? Anda mungkin langsung melabraknya. Atau paling tidak mempersiapkan &#x27;&#x27;serangan&#x27;&#x27; balasan. Nah, kalau Anda jadi melaksanakan niat tersebut, bagaimana respon tetangga Anda? Bisa dibayangkan &#x27;&#x27;perang&#x27;&#x27; yang terjadi pada hari berikutnya dap...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/69/Sebuah_Jendela_Untuk_Melihat_Dunia</guid>
<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 07:28:32 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Jangan jadi gelas</title>
<description>&#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E; Jangan jadi gelas&#x3C;/font&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E; Seorang guru sufi mendatangi seorang muridnya ketika wajahnya&#x3C;br&#x3E; belakangan ini selalu tampak murung.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Kenapa kau selalu murung, nak? Bukankah banyak hal yang indah di&#x3C;br&#x3E; dunia ini? Ke mana perginya wajah bersyukurmu? &#x22; sang Guru bertanya.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Guru, belakangan ini hidup saya penuh masalah. Sulit bagi saya untuk&#x3C;br&#x3E; tersenyum. Masalah datang seperti tak ada habis-habisnya, &#x22; jawab sang&#x3C;br&#x3E; murid muda.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sang Guru terkekeh. &#x22;Nak, ambil segelas air dan dua genggam garam.&#x3C;br&#x3E; Bawalah kemari. Biar kuperbaiki suasana hatimu itu.&#x22;&#x3C;br&#x3E; Si murid pun beranjak pelan tanpa semangat. Ia laksanakan permintaan&#x3C;br&#x3E; gurunya itu, lalu kembali lagi membawa gelas dan garam sebagaimana&#x3C;br&#x3E; yang diminta.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Coba ambil segenggam garam, dan masukkan ke segelas air itu,&#x22; kata&#x3C;br&#x3E; Sang Guru. &#x22;Setelah itu coba kau minum airnya sedikit.&#x22;&#x3C;br&#x3E; Si murid pun melakukannya. Wajahnya kini meringis karena meminum air&#x3C;br&#x3E; asin.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Bagaimana rasanya?&#x22; tanya Sang Guru.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; &#x22;Asin, dan perutku jadi mual,&#x22; jawab si murid dengan wajah yang masih&#x3C;br&#x3E; meringis.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E; Sang G...</description>
<guid isPermaLink="true">http://zainalbakri.multiply.com/journal/item/68/Jangan_jadi_gelas</guid>
<pubDate>Mon, 4 Jun 2007 11:00:52 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>