Blog EntrySejuta Kisah Bocah MartunisJun 6, '05 5:09 AM
for everyone

ANAK yang bernama Martunis itu, ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di sebuah pantai di Banda Aceh dengan sekujur tubuh penuh bekas gigitan nyamuk selama 19 hari. Martunis dipercaya senantiasa berkubang di lumpur dan makan mi instan untuk mempertahankan hidupnya. Namun kini, cerita mengerikan itu, telah berganti menjadi cerita indah di negeri Portugal. Sebuah bencana yang membaa rahmat bagi Martunis.

Berikut berbagai kisah tetang Martunis yang diambil dari sejumlah media.

-------------------------------------------------------------------------

Selamat Dari Tsunami, Martunis Hentak Tim Sepakbola Portugal

WASPADA Online/22 Jan 05 09:17 WIB

MUSIBAH gempa dan tsunami yang memporak-poranda wilayah Aceh 26 Desember lalu memang memilukan termasuk bagi orang-orang di belahan dunia lain. Kendati cuma menyaksikannya dari layar kaca, tapi simpati mengalir sedahsyat gelombang itu.

Begitu pula yang kini dirasakan seorang bocah asal Desa Tibang Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Bocah yang bernama Martunis ini seketika menghentak jagat sepakbola Eropa. Bukan karena mengalahkan pamor David Beckham, kapten tim nasional Inggeris, tapi karena baju yang dikenakannya.

Ada apa dengan baju bocah berusia 7,5 tahun itu. Inilah barangkali hikmah yang sedang memayungi anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Sarbini dan Salwa. Pasalnya ketika bencana tsunami melanda Aceh termasuk kampung Martunis tentunya, dia sedang mengenakan baju tim nasional Portugal.

Setelah 19 hari nasibnya tak menentu, pada 15 Januari 2005, dia ditemukan oleh penduduk Pantai Kuala dalam kondisi lemah. Kebetulan saat itu, kru sebuah televisi dari Inggris meliput di kawasan itu. Gambar Martunis pun beredar di stasiun televisi Eropa. Dia menjadi salah satu korban tsunami di Aceh yang bertahan hidup setengah bulan lebih.

Tentu saja gambar bocah kurus berkulit hitam yang memakai replika baju timnas Portugal menarik simpati bintang top sepakbola semacam Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, bahkan termasuk pelatih Luiz Felipe Scolari serta Gilberto Madail, Ketua Federasi Sepakbola Portugal.

"Dia contoh untuk kita semua. Sungguh mengharukan sekaligus membahagiakan melihat seorang anak berusia tujuh tahun bisa bertahan selama 19 hari sendirian. Apalagi selama 19 hari itu dia mengenakan kaus timnas Portugal, yang merupakan simbol kami," ujar Cristiano Ronaldo, pemain Portugal itu seperti dikutip sebuah situs sepakbola.

Karena ketertarikan itu, kemudian bintang muda yang bermain di Manchester United menawari Martunis untuk menginap di rumah Ronaldo di Inggris guna menyaksikan pertandingan klub elite Liga Primer tersebut. Tawaran selanjutnya kemudian datang dari kapten timnas Portogal, Luis Figo.

Bintang Galacticos Real Madrid juga telah menyatakan keinginannya untuk membantu Martunis. Kendati belum jelas bentuk bantuan itu dan kapan tepatnya akan diserahkan. Begitu pula dengan pelatih Luiz Felipe Scolari juga berniat untuk membelikan anak itu sebidang tanah di Indonesia, khususnya Aceh.

Di mana Martunis?

Melacak keberadaan bocah ini ternyata susah juga. Banyak yang salah menduga, sama seperti warga yang tak menduga setelah gempa bakal ada tsunami yang amat dahsyat. Begitu pula dengan bocah yang biasa disapa Tunis ini. Karena itu tak jarang Waspada hilir mudik ke sejumlah kamp pengungsi di Banda Aceh, Aceh Besar untuk menemui bocah 'ajaib' itu. Sebelumnya informasi soal dia sempat kabur. Di kamp mana Tunis berlindung.

Pencarian panjang itu ternyata membuahkan hasil. Ternyata Tunis bukan saja diburu Waspada, tapi banyak media asing mencari-cari dia. Tenyata dia bersama ayahnya 'sembunyi' di kampung neneknya, Lamreng, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh.

Kampung Lamreng hanya berjarak sekitar 5 kilometer dari Tibang, desa kelahirannya. Di belakang sebuah masjid yang belum siap itulah Martunis bersama ayah dan nenek 'mengasingkan diri' dari kejaran pers. Saat Waspada bertandang ke rumah sederhana di Lamreng, Kamis (20/1) seorang bocah kecil dengan rambut cepak muncul. Ternyata dialah bocah yang sudah membuat pemain sepakbola tenar di dunia menebar simpati buat dia, hanya karena mengenakan baju klub sepakbola.

Sebenarnya itulah hikmah Allah dan 'mukjizat' bagi Tunis. Ayah Martunis, Sabini, 35, kepada Waspada mengatakan siswa Sekolah Dasar No. 81 Tibang itu sejak berusia lima tahun sudah gandrung dengan sepakbola. "Sejak kecil dia sudah suka pakai baju klub bola," ujar Sarbini yang disambut dengan anggukan Tunis. Puncaknya adalah ketika hajatan Piala Euro 2004 berlangsung di Portugal. Sarbini mengatakan saat kegiatan sepakbola paling bergengsi di Eropa berlangsung, Tunis minta ayahnya dibeliin baju klub Portugal.

Menurut dia, permintaan itu bukan karena Portugal yang bertindak sebagai tuan rumah. Tunis sendiri yang ditanyai Waspada mengaku memang penggemar berat Rui Costa. "Kalau beli baju bola, Tunis selalu minta nomor punggung 10, yang lain tak mau dia," ujar Sarbini yang kini tinggal berdua, sedangkan isteri dan dua anaknya belum jelas nasibnya.

Dengan modal Rp 25 ribu, katanya, pria yang bekerja sebagai tenaga lepas di tebat orang lain, menghadiahi baju yang dimaksud lengkap dengan celananya. "Kini baju itu sudah diambil bule-bule wartawan Inggris itu," ujar dia. Kenapa dikasih nama Martunis? Dia sekilas bercerita memang nama Martunis agak 'asing' ditelinga orang Aceh. Padahal tidak!. "Itu nama salah seorang Aulia Tujuh yang ada dalam kisah ashabul kahfi," terangnya.

Main Bola

Tunis ketika diajak bincang-bincang mulanya sedikit malu-malu. Setelah dirayu akhirnya dia mau. Tunis pun bercerita bahwa sebelum peristiwa, Minggu pagi dia rencananya ingin bermain bola dengan bocah seusianya di lapangan sepakbola kampungnya. Karena hari Minggu sekolah libur.

Menurut Martunis, saat gelombang tsunami muncul, dia, kakak adik serta mamanya, Salwa berempat menumpang mobil pick up milik tetangga. Ayahnya, Sarbini tidak ada di rumah. Sedang bekerja mencari upah ditebat orang. Ketika digulung ombak tsunami, mobil itu tidak selamat dan akhirnya tenggelam. Martunis sendiri entah bagaimana ceritanya, kemudian muncul ke permukaan air meski dia tidak bisa berenang.

Sebelum Tunis berpisah dengan kakak dan adik serta bundanya untuk selamanya, Tunis mengaku sempat menarik lengan adiknya yang minta tolong. Namun apa daya, tangan mungilnya kalah dengan arus tsunami yang hebat. Adiknya terus diseret arus. Tunis selamat dengan meraih sepotong kayu, lalu mengapung-apung.

Kemudian dia berpindah ke sebuah kasur yang melintas di dekatnya. Naas, kasur kapuk itupun tenggelam. Allah masih menyelamatkan dia. Martunis memanjat sebatang pohon untuk bertahan hidup. Tunis selamat setelah dia diseret arus tsunami yang balik ke laut. Dia pun terdampar di kawasan rawa-rawa yang tak jauh dari makam Tgk Syiah Kuala. Selama 19 hari dia bertahan di sana.

Sekali lagi Allah masih menolong nyawanya. Dengan mengandalkan mie instan kering dan air mineral yang terapung di sekitarnya, ia bertahan sampai akhirnya ditemukan oleh penduduk pada 15 Januari 2005 lalu. Selanjutnya, ia diserahkan pada awak televisi Inggris yang sedang meliput di sana.

Setelah ditemukan, lalu Tunis dibawa ke Rumah Sakit Fakinah guna mendapatkan perawatan. Dia cuma mengalami luka kecil akibat terkena goresan kayu di perut. Kulitnya mengelupas akibat terus-terusan berada di laut siang dan malam.

Kemudian, Sarbini menjemput anaknya setelah mendengar kabar dari orang lain. Dan mereka berkumpul kembali tanpa isteri dan dua anaknya lagi. Pun demikian, Sarbini masih teringat baju klub bola yang dikenakan anaknya, sebab Allah sudah menjadikan kaos itu sebagai 'perantara' menarik simpati pejabat sepakbola dan pemain nasional Portugal seperti Cristiano Ronaldo, Luis Figo, Nuno Gomes, Gilberto Madail, serta Luiz Felipe Scolari.

* Munawardi Ismail

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Martunis Tamu Luis Figo
Anak Aceh Korban Tsunami Pakai Kaos Portugal

Kaltim Post/Kamis, 2 Juni 2005

Saat Portugal menjajal tim nasional Slovakia pada lanjutan babak kualifikasi Piala Dunia 2006 pekan depan di Lisbon, kapten tim yang kemungkinan dijabat Luis Figo, akan menggandeng seorang tamu spesial asal Indonesia, yaitu seorang bocah yang ditemukan selamat dari terjangan gelombang tsunami di Banda Aceh silam, yang bernama Martunis.

ANAK yang bernama Martunis itu, ditemukan dalam keadaan memprihatinkan di sebuah pantai di Banda Aceh dengan sekujur tubuh penuh bekas gigitan nyamuk selama 19 hari. Martunis dipercaya senantiasa berkubang di lumpur dan makan mi instan untuk mempertahankan hidupnya.

Martunis yang terpisah dari keluarganya saat gempa mengguncang dan diikuti terjangan tsunami, belakangan dibawa ke rumah sakit dan telah berkumpul bersama kakek dan ayahnya meski sampai berita ini diturunkan ibundanya beserta dua saudaranya masih hilang. Cerita dirinya menjadi heboh ketika kru televisi stasiun televisi Inggris Sky News menyorotnya dan menayangkannya di seantero Eropa. Namun yang lebih menggemparkan rakyat Portugal khususnya, saat ditemukan Martunis sedang mengenakan replika kostum timnas Portugal berwarna merah-hijau.

Menyaksikan dan mendengar berita ini, Luis Figo selaku “generasi emas” timnas Portugal berkomentar pada harian Correio da Manha: “Ini adalah kisah yang luar biasa. Untuk menemukan seorang anak yang selamat setelah berhari-hari tidak makan, terlebih lagi mengenakan kostum timnas Portugal, adalah sesuatu yang mendekati mukjizat. Saya akan melihat apa yang saya dapat lakukan karena saya juga ingin membantu,” ujar gelandang yang telah menghabiskan 12 tahun dari hidupnya memperkuat timnas dan bermain sebanyak 110 kali di panggung internasional.

Selain Figo, sebelumnya pemain muda Portugal yang memperkuat Manchester United, yakni Cristiano Ronaldo telah mengungkapkan tawarannya kepada Martunis untuk berkunjung ke Inggris sehingga ia dapat menyaksikan aksi The Red Devils secara langsung.

Lalu, striker Benfica Nuno Gomes juga berniat membantu dengan cara yang tepat. Terakhir, tidak ketinggalan sang pelatih timnas yakni Luiz Felipe Scolari dan Federasi Sepakbola Portugal menyatakan akan membantu Martunis dan keluarganya dengan cara membelikannya rumah dan tanah di Indonesia.

Martunis, yang mengaku pemain idolanya adalah sayap Manchester United, Cristiano Ronaldo itu, ditemui di sekolahnya pada hari Rabu (1/6) ini. Selanjutnya, pelatih Luiz Felipe Scolari pun mengajak Martunis dan keluarganya untuk datang ke Portugal. Rencananya, pihak Federasi Sepakbola Portugal pun akan memberikan santunan dana sebesar US$49.000.

Martunis akan dipegang sang kapten tim—yang kemungkinan akan dijabat oleh pemain yang segera memastikan meninggalkan Real Madrid, Luis Figo, pada laga yang akan berlangsung di Light Arena yang berkapasitas 65.000 tempat duduk.(tri/kpl)

-------------------------------------------------------------------------------

Martunis dan Christiano Ronaldo

Bali Post/Rabu Umanis, 19 Januari 2005


Seorang bocah bernama Martunis lolos dari maut setelah 19 hari ''terkurung'' di kawasan pantai yang digasak tsunami, tak jauh dari Banda Aceh. Jagoan klub Manchester United Christiano Ronaldo dan pelatih tim nasional Portugal Luis Felipe Scolari jatuh hati padanya. Mengapa?  

KAOS yang dikenakan Martunis, bocah korban tsunami, itu sebenarnya tidak istimewa. Banyak kaos serupa yang dijual di toko atau di kaki lima di Banda Aceh. Kaos itu, replika kostum tim nasional Portugal , menjadi ''bermakna'' karena kebetulan dipakai seorang anak berumur tujuh tahun yang selamat dari amukan gelombang tsunami, yang kita tahu, menewaskan lebih dari 110.000 manusia.  

Martunis yang ditemukan di sebuah pantai yang terisolasi tak jauh dari Banda Aceh itu luput dari liputan media nasional. Padahal, ia menjadi perbincangan masyarakat Inggris setelah salah satu stasiun televisi di sana menyiarkan perjuangan anak itu untuk lolos dari maut. Martunis mampu bertahan selama 19 hari di lokasi yang tak terjangkau oleh relawan kemanusiaan sebelum akhirnya ditemukan dalam keadaan lemas.  

Menurut dokter yang merawatnya, seprti dikutip kantor berita AFP, Martunis sanggup bertahan lebih dari dua minggu di tempat ''terasing'' hanya dengan minum air yang tergenang dan sisa-sisa mi instan. Mungkin mi instan yang dilempar para rewalan dari helikopter.
 

Dalam tayangan di televisi Inggris, Martunis yang mengenakan kostum tim nasional Portugal yang sudah lusuh itu akhirnya bertemu kembali dengan kakek dan bapaknya. Ibunya sampai kini masih dinyatakan hilang. Bagi masyarakat Inggris, kisah perjuangan Martunis itu mempunyai ''nilai lebih'' karena kakek dan bapak bocah itu ternyata penggemar berat klub sepak bola Manchester United.
 

Entah siapa yang menyuruh Martunis mengenakan kaos itu pada Minggu pagi sebelum tsunami menggulung dan memporak-porandakan kampung halamannya. Mungkinkah ia sedang bermain bola bersama teman-temanya? Yang terang warna mencolok merah dan hijau pada kaos yang dipakainya membuat bintang sepa bola Portugal yang kini memperkuat Maschester United, Christiano Ronaldo, jatuh hati dan ingin bertemu dengannya.
 

Pesepak bola berumur 19 tahun itu terenyuh, sedih, sekaligus salut atas ketabahan Martunis. Terenyuh karena melihat bocah sekecil itu harus mengalami penderitaan yang demikian hebat. Tetapi, Ronaldo juga bangga karena di tubuh Martunis menempel simbol negaranya di lapangan rumput: kostum tim nasional Portugal .
 

Oleh karena itu, Christiano Ronaldo bermaksud mengundang Martunis ke Inggris. Ia ingin bocah itu menyaksikan dirinya beraksi di lapangan membela Manchester United. Bahkan, Ronaldo siap membayar hotel buat Martunis jika bocah itu tak mau tinggal di rumahnya.
 

''Saya senang jika bisa membawa Martunis ke Inggris. Dia bisa tinggal di rumah saya atau di hotel dan bisa menonton petandingan MU,'' katanya pada salah satu stasiun TV di Inggris, Minggu lalu.
 

Bukan hanya di Inggris. Penderitaan dan perjungan Martunis juga menggetarkan masyarakat Lisabon, ibu kota Portugal . Federasi Sepak Bola Portugal menjanjikan ''hadiah'' berupa sebidang tanah dan rumah buat Martunis dan bapaknya. ''Setelah melihat gambar-gambar itu (Martinus di TV-red),  kami sadar harus berbuat yang terbaik bagi mereka,'' kata pelatih nasional Portugal , Luis Felipe Scolari.
 

Pelatih asal Brazil itu juga berujar, ''Martunis harus tahu betapa senang dan bangganya kami karena dia bisa bertahan 19 hari sambil mengenakan simbol Portugal .'' Scolari juga bermaksud mengundang Martunis ke Portugal .
 

Cuma, persoalannya, siapa yang peduli dengan respons dari Inggris dan Portugal itu. Martunis dan keluarganya sangat mungkin sampai saat ini tak tahu adanya undangan dari Ronaldo dan Scolari. Kalaupun tahu, apa yang harus dilakukan? Adakah aparat negara yang mau mengurus hal-hal ''kecil'' seperti ini?

 

Sekjen Komisi Nasional Perlindungan Anak Ariest Merdeka Sirait mengatakan, uluran tangan dari Christiano Ronaldo dan Fedesari Sepak Bola Portugal harus disambut dengan baik. Komnas Perlindungan Anak akan menjembataninya, sehingga seandainya Martunis bersedia memenuhi undangan itu bisa berjalan lancar.
 

Komnas Perlindungan Anak ini tengah melacak keberadaan Martunis. Ini bukan pekerjaan gampang karena luasnya wilayah yang terkena bencana. ''Relawan kami di Aceh akan mencarinya,'' kata Ariest. (039)



moyas wrote on Jun 12, '05
Kisah Martunis diangkat oleh SBY ketika berbicara di depang USINDO dalam lawatannya ke AS, bang Zainal.
zainalbakri wrote on Jun 13, '05
moyas said
Kisah Martunis diangkat oleh SBY ketika berbicara di depang USINDO dalam lawatannya ke AS, bang Zainal.
Luar biasa ya? thanks bang, saya baru tahu dari postingan abang. Salam dari Aceh.
roseknt wrote on Jul 30, '06
sangat luar biasa...saya yg paling lambat membaca..mengharukan sekali..!!!
gimana ya kira 2 kabarnya ya kak...??
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help