Decide or Defeat!
"Whenever you see a successful business, someone once made a courageous decision" Peter Drucker
Pembaca, mudah-mudahan Anda melewati masa liburan akhir tahun yang menyenangkan. Itu yang saya rasakan. Setidak-tidak, setelah melewati setahun yang meletihkan dengan jadwal training, seminar coaching dan personal konseling yang padat, saya berkesempatan lagi berlibur bersama keluarga ke Kuta, Bali.
Dan sewaktu menunggui anak saya bermain di kolam anak-anak, saya berendam di Jacuzzi sambil rileks dan membuka-buka beberapa buku yang dipinjamkan dari perpustakaan hotel. Saat itu, pikiran saya justru tertuju pada sebuah buku anak-anak bergambar. Dan, tak disangka, inilah yang menjadi bahan artikel motivasi untuk saya share-kan pada Anda di awal tahun ini.
Diceritakan dalam buku dongeng bergambar itu kisah tentang kelelawar yang tidak bisa memutuskan, apakah mau bergabung dengan kelompok burung ataukah bergabung dengan kelompok binatang.
Awalnya dikisahkan bahwa kedua kelompok ini sedang berseteru, bersaing dan berkelahi. Karena tidak ingin kalah dan tanggung risiko, maka kelelawar memutuskan menunggu siapa yang menang. Nantinya, kepada kelompok yang menang itulah, kelelawar akan bergabung.
Awalnya burung menang, maka kelelawar pun bergabung dengan burung. Tetapi tatkala burung akhirnya kalah, kelelawar pun berbalik arah bergabung dengan binatang. Namun, akhirnya karena tahu kelakuan kelalawar yang buruk, maka tidak ada satu kelompok pun yang menginginkan kelelawar.
Karena takut dan malu, kelelawar hidup menyendiri di gua yang gelap dan hanya berani keluar di waktu malam. Itulah nasib kelelawar yang tidak mau membuat keputusan yang pasti tentang nasib mereka.
Pembaca, cobalah kita renungkan soal pengambilan keputusan yang pernah Anda lakukan dalam hidup Anda. Ada satu hal yang pasti, bagaimana dan seperti apa kehidupan Anda sekarang, pasti tergantung dari keputusan yang telah Anda buat sebelumnya.
Namun, jangan hanya pikirkan keputusan yang sudah Anda buat, keputusan yang tidak Anda buat pun menjadikan diri Anda seperti sekarang. Dalam realita kehidupan, memutuskan suatu pilihan ataupun tidak mengambil pilihan, itupun suatu keputusan besar.
Cobalah lihat keputusan Anda. Misalnya keputusan di mana Anda bersekolah, di mana Anda bekerja, keputusan siapa yang akhirnya jadi pasangan Anda. Itulah keputusan-keputusan besar Anda. Maka nasib Anda hingga di awal 2008 pasti ditentukan oleh segala keputusan yang bersinergi membentuk kehidupan Anda saat ini.
Jadi, salah satu rumusan sukses yang kita ingin tegaskan dalam kesempatan ini adalah, buatlah keputusan! Kadang kita tidak pernah tahu apakah keputusan kita benar atau salah, tetapi kita harus berani membuat keputusan. Saya pun teringat dengan suatu puisi tentang seorang yang kebingungan di bahwa pohon apel yang rindang. Ia bingung soal apel manakah yang harus ia petik duluan. Semua tampak lezat. Di akhir kisahnya, sangat tragis. Orang itu tidak bisa memutuskan dan akhirnya ia mati kelaparan!
Tiga pelajaran
Kisah kelelawar maupun kisah orang yang mati kelaparan ini mengajarkan kepada kita tiga hal. Pertama, your decision will shape your destiny. Keputusan Andalah yang menentukan nasib Anda sekarang. Sukses atau gagal, mari lihat kembali semua keputusan yang pernah Anda ambil.
Jadi, pikirkanlah bahwa di tahun depan, ada banyak lagi keputusan yang harus Anda ambil, jika Anda menginginkan kehidupan yang lebih baik. Intinya, no decision, no change, no progress. Tanpa keputusan maka tak ada kemajuan berarti yang bakal terjadi. Camkan baik-baik!
Kedua, tidak ada keputusan tanpa risiko. Karena itu, keputusan harus tetap diambil. Tidak mengambil keputusan pun berisiko. Sama seperti yang dikatakan Warren Buffet dalam biografinya, mengutip dari buku yang pernah dibacanya. Ia pun berkata bahwa ia belajar dari keputusan- keputusan yang dibuatnya, termasuk belajar dari keputusan salah yang pernah dibuatnya.
Jika sudah demikian, dapat kita simpulkan bahwa keputusan itu tidak pernah salah. Yang ada hanyalah keputusan yang baik atau kurang baik. Semua keputusan pasti benar, dalam arti selalu mengandung hikmah pembelajaran di dalamnya.
Ketiga, jika sudah membuat keputusan berjuanglah sampai keputusan itu memberikan hasil. Kita baru tahu apakah keputusan itu baik atau tidak, setelah proses perjalanan waktu.
Para guru kebijaksanaan kita sebelumnya selalu mengajarkan pelajaran yang sederhana kepada kita. Ingat. Saat Ciputra memutuskan mengurusi proyek Senen ataupun menyulap pantai Ancol, banyak yang menganggapnya keputusan buruk. Namun, perjuangannya untuk menyukseskan keputusan itu membuahkan hasil yang spektakuler.
Karena itu, pembaca, bagaimana nasib Anda pada tahun ini bisa diramalkan dari keputusan yang segera akan Anda buat ataupun yang tidak Anda buat! Keputusan di mana Anda akan berinvestasi, keputusan dengan siapa Anda akan bermitra. Keputusan siapa yang akan menjadi pendamping Anda. Keputusan strategi apa yang Anda akan jalankan. Itulah yang akan membentuk nasib Anda pada 2008.
Dan jangan lupa, keputusan yang tidak Anda buatpun akan membentuk nasib Anda. Hanya saja, ketika Anda tidak membuat keputusan berarti Anda harus bermain dengan aturan yang diciptakan dari keputusan orang lain.
Akhirnya, mari kita renungkan apa yang diucapkan oleh psikolog terkenal Wiilaim James, "When you have to make a choice and you don't make it, that itself is a choice." (ketika Anda harus membuat keputusan, tetapi Anda tidak melakukannya. Itu sendiri sudah merupakan keputusan). Tergantung Anda mau memutuskan untuk hidup Anda atau membiarkan orang lain yang memutuskan nasib Anda. Selamat Tahun Baru 2008! Sumber: Decide or Defeat! oleh Anthony Dio Martin, Director HR Excellency
 | thank bang zainal .. post yang sangat menarik..... |
 | Betul sekali. Dan saat ini kita butuh pemimpin yang berani mengambil keputusan, TERUTAMA keputusan2 yang tidak populer. |
 | Mari kita Bersama berdoa Semoga Suharto Cepat menemui ajalnya daripad kita mendapat dosa membicarakan orangnya yang berjasa atawa berdosa bagi Negeri Pancasila ini yang katanya adil dan makmur!!!!!!!! salam |
| |