Blog EntryAku Rindu Pada ShafNov 26, '04 5:19 AM
for everyone
Aku rindu pada barisan laki-laki di kala shubuh,
Yang berbaris rapi dalam satu shaf yang lurus
Aku rindu pada gerakan tubuh mereka
Dalam kebersamaan...

Aku rindu pada azan yang berkumandang
Yang mampu mendorong untuk bangkit dan menanggalkan selimut
Berbalut air dingin, membasuh beberapa bagian tubuh
Bersujud di depan Ilahi
Di surau yang tinggi, dengan enam anak tangga dari kayu yang menghitam

Aku rindu bersalaman dengan ustadz
Yang selalu mengenakan peci putih
Dan telah lebih 18 tahun memimpin shalat
Saat aku baru disunat dan pertama diajak ayah shalat berjamaah ...
Tangannya yang berkeriput selalu basah oleh air wudhuk

Sekarang...
Dentuman meriam dan desingan peluru yang saling menerjang
Dari utara ke selatan dan kadang dari barat ke timur
Membuat kami takut
Sangat takut...
Kami berlindung di balik dinding papan yang rapuh
Dan tak lagi hadir untuk membangunsebuah shaf yang rapat

Karena di tengah malam, deru roda kenderaan mengangkut tentara
Kerap membuyarkan mimpi indah kami
Mimpi untuk meniti hidup dalam batas waktu yang ada
Aku rindu pada shaf laki-laki yang rapi...
Yang kini hanya tinggal cerita...

Sejak mesin perang mulai berdatangan ke sini,
Surau kami menjadi sepi.
Tak ada lagi yang berani datang dengan senter dan kain sarung
Juga ustadz yang selalu ditemani sebuah tongkat rotan

Aku rindu pada shaf laki-laki yang khusyuk memuja Tuhan
Ketika banyak orang di tempat lain tertidur pulas



Lhokseumawe, Aceh 27 Juli 2003


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help